Tuesday, July 30, 2013

ASI Sedikit? Yakin?



Dari kemaren banyak yg nanya ASI-nya seret dan dikit..banyak yg mengira produksinya udah sedikit, benarkah? Mari dibahas yuk.

Sering kita menilai ASI sedikit hanya dari hasil perah..mudah aja, karena satu2nya yg bisa keliatan ya emang hasil perah.

Sementara kalo nenen langsung,kita ga pernah tau berapa banyak ASI yang keluar,tau-tau bayi udah kenyang aja.

Catet..!! hasil perah BUKAN indikator yang tepat untuk mengukur produksi ASI di payudara.

Memerah ASI & Menyusui adalah 2 hal yg berbeda, rangsangan ke payudaranya pun berbeda, ya jelas, hasil yg keluar juga berbeda.

Gue selalu analogikan menyusui itu kaya ciuman sama pasangan, sementara Memerah ASI kaya ciuman sama foto pasangan.

lebih enak mana? Ciuman langsung apa cuma ciumin foto pasangan? lebih terangsang mana? lebih terangsang ciuman langsung kan?

Nah, PeEr-nya adalah gimana caranya mendapat rasa terangsang yg sama ketika kita hanya mencium fotonya aja? 

Nah..ini sama kaya memerah ASI..gimana caranya agar tubuh dan payudara dapat stimulasi yg sama dgn menyusui langsung?

Ini loh yg sebenarnya terjadi ketika menyusui langsung... 

hormon oksitosin ini berperan keluarkan ASI dari payudara...hormon ini meningkat jika ibu merasa tenang, senang atau terangsang :)

Jadi PeEr buat yg akan memerah ASI adalah mencari cara agar hormon oksitosin meningkat supaya ASI jd deres.

Beberapa faktor yg bisa tingkatkan hormon oksitosin adalah sentuhan, pikiran, perasaan dan penglihatan.

Saat menyusui langsung semua faktor tadi dgn mudah di dapatkan, efeknya jelas, oksitosin meningkat, ASI pun lancar keluar.

Lalu gimana dgn yg memerah ASI...mari kita temukan cara agar pikiran, perasaan, sentuhan dan penglihatan dapat rangsangan yg sama.

Pikiran...sebisa mungkin bentuk sugesti positif sebelum perah ASI, banyak pikiran, stress hanya akan menghambat oksitosin.

Perasaan..cari hal yg bisa bikin kita senang, misalnya dgn makan enak, dibeliin tas hermes, ditelpon suami atau hal lain.

Sentuhan...efeknya bisa munculkan rasa tenang & senang, misalnya dipeluk suami, dipijitin, maenin puting sendiri sering dilakukan.

Penglihatan..efeknya juga utk picu rasa tenang dan senang, misal, liat video/foto anak,liat ariel di tipi,liatin poto mimin, dll.

Beberapa cara tadi tujuannya sebenarnya utk menyiapkan tubuh, payudara dan merangsang hadirnya oksitosin sblm memerah ASI.

Yg gak kalah penting ketika perah ASI adalah rasa bersyukur...ini penting, agar kita tidak merasa down karena hasil perah dikit.

Sebisa mungkin syukurilah setiap tetesnya, berapapun hasilnya harus disyukuri..suami harus bantu dukung agar istri percaya diri.

Gitu deh ah ceritanya...hahaha, bentar lagi imsak nih, minum bentar yak :)


Wednesday, July 10, 2013

Asi Dan Makanan Ibu


Ngomongin ASI dan makanan ibu sebenarnya balik lagi ke pelajaran biologi khususnya sistem cerna tubuh.

Jadi semua yg dimakan ibu akan diproses oleh sistem pencernaannya dulu, nutrisinya diserap oleh tubuh ibu dulu.

Jadi kalo ada yg salah sama makanan ibu, yah si ibu dulu yg bakal terkena dampaknya..sakit misalnya.

Prinsip yg perlu diingat adalah, ASI tidak diproduksi di lambung...ASI di produksi di payudara.

Jadi alurnya jelas yah makanan-mulut-kerongkongan-lambung-usus, dari sini kandungannya akan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.

Gimana dengan pedas? yg perlu diingat adalah pedas bukan rasa,pedas adalah sensasi terbakar dilidah krn kandungan zat pada cabai.

eh senyawa deng, senyawa yg sebabkan sensasi panas/terbakar dilidah itu namanya capsaicin..sensasi ini yg kita sebut pedas :)

Pernah pake koyo? Gimana rasanya dikulit? panas kan? nah sensasi panas itu kalo dilidah kita sebut pedas..bbrp koyo jg mengandung capsaicin.

Nah pertanyaannya adalah, apakah capsaicin itu diserap tubuh dan ada di ASI? jawabnya, IYA. Apakah bikin ASI jadi pedas? TIDAK!

Capsaicin-nya ada di ASI dalam jumlah kecil, dan tidak cukup untuk membuat "rasa pedas" di ASI.

Tapi kok ada bayi yg mencret min kalo ibu makan pedas? nah,ini adalah reaksi pencernaan bayi yg sensitif krn senyawa capsaicin-nya.

Ada banyak juga bayi yg pencernaannya tidak sensitif, dan tidak bereaksi thdp capsaicin...gimana? Paham yah.

Jadi bukan karena ASI yg jadi pedas, tapi karena pencernaan bayinya yg sensitif thdp senyawa capsaicin pada cabai.

Nah, terus gimana kalo ibu makan junkfood dan ga makan sehat min? nah ini nih...

Makan sushi min? Boleh, silahkan makan di restoran sushi yang TERJAMIN kebersihan dan kesehatan ikannya, aman kok.

Kopi gimana? Kafein jelas ada di darah setiap orang yg meminumnya, itu artinya kafein ada di ASI juga..batasi minum kopi nya yah..

SESEKALI, ibu menyusui boleh kok makan makanan ga sehat macam burger, mie instan, sate kambing dan lainnya..catet yak SESEKALI :)

Prinsipnya seserhana, banyak makanan ga sehat bikin tubuh ibu ga cukup nutrisi lalu ibu jadi sakit..menyusui jd ga maksimal deh.

Terus gimana si anak? Payudara akan tetap produksi ASI, kecukupan nutrisinya akan diambil dari cadangan nutrisi di tubuh ibu.

Nah kebayang ga kalo cadangan nutrisi di tubuh ibu ga diganti lewat makan sehat? jadi ibunya musti sehat dulu yak :)

@aseanty6festi: knapa baby yg minum sufor lbh cepet kliatan gendut?

Formula tinggi lemak yg sulit dicerna, jd disimpen dibawah kulit. Gemuk bukan berarti sehat..
Semua nutrisi di susu formula bisa kita dapatkan dimakanan sehari2, susu segar boleh aja buat sesekali..



Sunday, May 5, 2013

Pemakaian Rasional Antibiotika



Pagiii... Kita cukup paham pemakaian antibiotika (AB) harus rasional, tapi bagaimana agar rasional? Panduan pengobatan harus berbasis bukti riset sahih,

Evidence for Technical Update of Recommendations for Management of Common Childhoos Conditions 2012 pic.twitter.com/11w5Y3yH1l

Buku saku tersebut berisi prinsip pemberian AB pada anak: pilih AB sesuai indikasi, dosis & durasi optimal, spektrum tersempit, ESO terkecil.

Keluhan apa yang memerlukan AB? Ringkasan gejala berikut bisa bantu mempertimbangkan apakah perlu terapi AB, disesuaikan dengan pemeriksaan dokter.

Demam ringan, hidung buntu, ingus kental disertai batuk ~ gejala common cold, membaik bertahap dalam 10-14hr » tidak perlu AB.

Jika hidung buntu batuk pilek tidak membaik 10hari, disertai demam >39C, nyeri/pembengkakan wajah ~ sinusitis bakterial » dipertimbangkan AB.

Demam menggigil, nyeri kepala & otot, semacam lagi flu ~ influenzae like illness » tidak perlu AB.

Demam disertai kaku kuduk, kejang, kesadaran turun ~ meningitis » perlu AB.

Demam, anak sangat rewel, sulit ditenangkan, ada nyeri telinga hebat ~ radang telinga tengah (OMA) » pertimbangkan AB.

Demam, batuk, ngiler disertai tanda sumbatan napas (ngorok) ~ sindroma croup » tidak perlu AB, kecuali jika terjadi perburukan cepat ~ epiglotitis.

Batuk beruntun, panjang, kadang bikin muka sampai membiru, sering diakhiri muntah, >14hari gak reda ~ pertusis » ada indikasi AB.

Batuk, demam tinggi, sesak napas sampai dinding dada tertarik ke dalam ~ pneumonia » perlu AB, mungkin harus dirawat di RS.

Nyeri telan tanpa keluhan batuk, disertai demam, kelenjar limfe bengkak & tonsil (amandel) bernanah ~ tonsilofaringitis bakterial » perlu AB.

Bagaimana kalau diare? » jika diare disertai tinja berdarah » dipertimbangkan AB Bagaimana dengan luka ringan/yang harus dijahit? » tidak perlu AB yaa.

Masih beberapa lagi keluhan yang memerlukan terapi AB, yang jelas campak, cacar air, demam dengue, DBD, dll demam krn virus » tidak perlu AB.

Nah meski bisa memperkirakan perlu/tidaknya AB dari gejala, tetap harus konsultasi untuk pastikan diagnosis, AB hanya diberikan atas petunjuk dokter.

Tanyakan pada dokter » diagnosis, cara perawatan di rumah termasuk aturan minum AB & tanda bahaya yang harus diperhatikan selama anak sakit.

Smg sdikit ringkasan ini bantu untuk lebih RUM (Rational Use of Medicine), krn rasional bukan berarti anti antibiotik, tapi memanfaatkan AB secara aman, efisien & efektif :)

RT @fransiscahandy: tambahan lagi: Bila ada indikasi AB diminum dengan durasi & aturan sesuai protokol/pedoman, BUKAN sekedar sampai habis.



Monday, April 15, 2013

"Kuning" Pada Bayi & Susu Formula



Pagiii..mau sharing tentang kuning pada bayi dan sufor ah. 
Pasti sering denger kan yah ada dokter/suster saranin kasih sufor biar bayi gak kuning atau biar kuningnya cepet hilang? 

Tau ga, kalau sebenarnya Susu Formula enggak efektif dalam menurunkan bilirubin pada bayi, sini gue certain. 

Kuning pada bayi disebabkan karena adanya penumpukan Bilirubin, umumnya mulai dari mata dan muka lalu meluas dari atas ke bawah.

Umumnya untuk kuning yang fisiologis terjadi di minggu pertama pada 60% bayi cukup bulan dan 80% pada bayi kurang bulan.

Karena gak paham, sering tenaga kesehatan “nakut-nakutin” kalau ASI belum keluar bisa sebabkan bayi kuning, makanya harus SuFor.
Kuning pada bayi ini sering jadi pintu masuk “agen sales” untuk kenalkan sufor...payudara ibu jadi kurang rangsangan bayi.
Yang gue bingung, kalau susu formula enggak efektif menurunkan bilirubin pada bayi, lalu ngapain mereka saranin sufor yak?

Jadi gini, penumpukan Bilirubin adalah penyebab kenapa bayi jadi kuning, bilirubin ini adalah hasil dari pemecahan sel darah merah.

Nah, hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah inilah yang akan dipecah menjadi Bilirubin...ini adalah proses yang normal gak perlu khawatir.

Nah Bilirubin tadi disebut bilirubin indirek atau bilirubin yang belum di olah...jadi harus diolah dulu biar dia bisa keluar tubuh.

Bilirubin yang belum diolah ini dibawa sama albumin menuju hati lalu di konyugasi oleh enzim menjadi Bilirubin Direk.

Bilirubin Direk inilah yang larut dalam air, kemudian Bilirubin Direk ini akan disalurkan melalui saluran empedu ke usus.

Di dalam usus, Bilirubin direk ini akan terikat oleh makanan dan dikeluarkan sebagai sterkobilin bersama bersama tinja.

Nah, kan bayi belum boleh makan bro? Terus gimana si Bilirubin direk yang di usus tadi bisa keluar?

Jadi gini, kalau enggak ada makanan di dalam usus, Bilirubin ini akan diubah kembali oleh enzim didalam usus menjadi bilirubin indirek.

Enzim yang ada di dalam usus ini disebut Enzim Beta-Glukoronidase…yang keren, enzim ini juga ada di dalam ASI.

Itu kenapa, pemberian ASI (kolostrum) akan mempercepat penurunan bilirubin, karena Bilirubin bakal keluar barengan tinja (mekonium).

Nah, setelah diubah menjadi Bilirubin Indirek oleh Enzim Glukoronidase, lalu akan dibawa ke hati oleh albumin tadi. 

Nah, kuncinya ada Enzim Glukoronidase ini..selain secara alami ada di usus bayi, enzim ini juga ada di dalam ASI.

Jadi, mengutip @drOei, Sufor gak efektif turunkan Bilirubin karena gak punya efek laksatif & gak punya enzim yang bisa ikat bilirubin keluar tubuh.

Nah, terus ngapain ada dokter/suster yang saranin sufor kalau mereka udah tau proses Bilirubin tadi yah? Jualan sufor?

Terus musti gimana dong bro kalau bayi kuning setelah lahiran? Nah ini tips mengatasinya menurut artikel IDAI... 

Bayi sehat cukup bulan mempunyai cadangan cairan dan energi yang dapat mempertahankan metabolismenya selama 72 jam. 

Untuk cegah kuning pada bayi, lakukan IMD setelah lahiran, letakkan si bayi di dada ibu minimal 60 menit.

Setelah itu, belajar pelekatan, posisi menyusui dan pelekatan harus benar, RS yang Pro ASI biasanya ngajarin ini. 

Berikan kolostrum karena dapat membantu keluarkan mekonium (tinja pertama bayi) agar bilirubin bisa ikut keluar. 

Pastikan juga bayi mendapat cukup asupan ASI, berikan rutin 2-3 jam sekali atau paling kurang 8 kali sehari.

Jangan diberikan air putih, air gula atau apapun lainnya sebelum ASI keluar karena akan mengurangi asupan ASI. 

Monitor kecukupan asupan ASI dengan melihat buang air kecil bayi paling kurang 6-7 kali sehari. 
Demikian ceritanya..jadi inget yak, Sufor enggak efektif keluarkan bilirubin pada bayi.

Semoga berguna...sumbernya dari web IDAI, silahkan baca ini idai.or.id/asi/artikel.as



Monday, March 18, 2013

MENYUSUI ADOPSI


Wah lagi nunggu misua & agak nganggur lagi nih... Gimana kalo kita bahas ttg #MenyusuiAdopsi. Kebetulan kemarin banyak bahas ya.

Mungkin kita pernah temui pasangan yg udah sekian lama & coba berbagai cara berusaha untuk miliki keturunan, namun belum berhasil.

Ada pasangan yang akhirnya ingin adopsi anak. Setelah itu mereka jg ingin bisa menyusui bayi adopsi mereka. Ini bisa diupayakan.

Berita baiknya #MenyusuiAdopsi sangat bisa dilakukan & idealnya ibu angkat melakukan beberapa persiapan terapi hormonal dibantu tenaga kesehatan berpengalaman.

Jika bisa ibu angkat mulai diterapi sebelum bayi yg akan diadopsi lahir, sehingga seakan2 badan ibu angkat dikondisikan seperti sedang hamil.

Mungkin produksi ASI pd ibu yg #MenyusuiAdopsi tdk akan sama/sebanyak ibu yg lahirkan secara biologis. Tp proses menyusui itu tak tergantikan :')

2 hal yg musti diperhatikan untuk #MenyusuiAdopsi: bagaimana membuat bayi mau menyusu pd payudara ibu angkat & bagaimana produksi ASI nya ;)

Untuk menjawab ke2 hal td penting untuk kita persiapkan diri/pengetahuan/mental & mencari nakes yg bersedia membantu#MenyusuiAdopsi & dukungan kel.

Dan yg tak kalah penting komunikasikan rencana #MenyusuiAdopsi pd ibu kandung si anak, krn idealnya setelah persalinan bisa segera bersama ibu angkat.

Oya 1 manfaat lg pd #MenyusuiAdopsi dlm sisi Islam: anak yg disusui bisa menjadi muhrim bagi si ibu angkat, krn ini masuk hukum sepersusuan :')

Butuh komitmen yg besar & dukungan yg tidak kalah besar untuk membantu pasangan ibu & bayi dlm #MenyusuiAdopsi. Manfaatnya akan luar biasa :')

Info lebih lengkap ttg #MenyusuiAdopsi bs jg dicek di:asklenore.info. Krn suami udah datang, saya jeda dulu ya sharingnya! Salam ASI.



AMANKAH OBAT BATUK PILEK UNTUK ANAK?


Malam tweeps, yuk kita diskusi terkait obat batuk pilek OTC (Over The Counter) untuk anak.

Biasanya kalo bayi usia 1,5 tahun batuk pilek dikasih apa tweeps?

Sebenarnya aman atau tidak obat batuk pilek yang ada di pasaran untuk anak? 

FDA (Food and Drugs Administration) TIDAK merekomendasikan obat batuk pilek OTC utk anak di bwh usia 2 thn 

Hal ini disebabkan efek samping yg sifatnya serius dan bahkan bisa mengancam nyawa 

Bbrp efek samping bisa berupa peningkatan denyut jantung dan kejang 

Bagaimana utk anak di atas usia 2 tahun? Amankah memberikan obat batuk pilek OTC? 

Nah, penelitian keamanan obat batuk pilek OTC utk anak usia 2-11 tahun belum rampung tweeps, jadi belum aman 

Jadi gimana dong kalo mau ksh obat utk anak usia 2 thn ke atas? Rekomendasi FDA sbb: 

Cek zat/bahan aktif pd label.Biasanya bhn aktif>1; antihistamin (antialergi),dekongestan,peredam batuk,ekspektoran,pengurang nyeri 

Antihistamin bntu mengurangi lendir&sebagian antihistamin jg memiliki efek kantuk, dekongestan bntu melegakan napas/hidung tsumbat 

Cough suppressant/peredam batuk mengurangi batuk berlebihan, ekspektoran membantu mengeluarkan lendir 

Jadi jgn sampai kasih bbrp obat ke anak, krn kalo bhn aktifnya sama, dosis akan kebanyakan dan bisa berbahaya 

Baca dgn seksama penjelasan yang ada dlm kemasan obat 

HANYA gunakan sendok atau gelas ukur yg ada dalam kemasan. Jgn pd sendok rumahan. Karena ukurannya beda loh tweeps 

Cari obat2an yg tidak mudah dibuka tutupnya oleh anak, trus jauhkan dari jangkauan anak 

INGAT, obat2an tsb hny utk bantu mengurangi gejala BUKAN mengobati penyebabnya atau memperpendek masa sakit 

Biasanya masa sakit akan berlangsung selama 7-10 hari 

Ingat, batuk pilek umumnya disebabkan oleh virus yg sebenarnya akan hilang sendiri 

Jadi obat2 tsb hanya membuat anak merasa lebih nyaman 

Kemudian JANGAN pakai obat ini hanya dgn alasan untuk menidurkan anak anda 

Hubungi dokter,farmasi,atau profesi kesehatan lain jika ragu atau memiliki pertanyaan 

Jika bayi batuk pilek, apa yg sbaikny dilakukan?Bisa pakai alat pelembab hidung (humidifier),gunakan yg cool mist,bukan warm mist.

Tetes atau spray yg berisi saline (cairan fisiologis) dapat pula dicoba.

Terapi uap bs dicoba:isi baskom berisi air panas, tmbhkan mentol/minyak kayu putih, ini bisa membantu melegakan pernapasan anak 

Berikan banyak cairan pada bayi, teruskan ASI jika masih ASI.

Okay tweeps, semoga bermanfaat! Sumber: FDA, webmd, mayoclinic.

@secondopinionID saya ga pernah kasi obat. Susui aja terus, kasi minum byk, istirahat yg byk, tak lupa terapi uap rumahan dok.


KONTRAKSI PALSU

Tiap hari banyak sekali pertanyaan bumil yang bilang perutnya kram, tegang, mules dsb saat hamil… itu namanya kontraksi palsu.

Tapi kenapa ya bisa ada kontraksi palsu? Nah.. Skarang kita bahas dalem2 yuk biar nggak galau lagih :)

Kontraksi palsu atau bahasa kerennya "Braxton Hicks" itu umum dan wajar terjadi pada bumil kok… tenang aja.

Ada yang sudah mengalami kontraksi palsu memasuki trimester 2 walaupun kebanyakan saat memasuki trimester 3 akhir.

Bagaimana rasanya kontraksi palsu? Ada yang hanya berasa tegang2 aja, kram2 aja sampai mules kayak mau lahiran.

Coba rasain atau tekan sedikit bagian atas perut.. Kalau berasa kencang atau keras, itu tandanya sedang ada kontraksi.

Jadi rasa kontraksi di tiap bumil itu tentunya berbeda banget.. Jangan disama2in pengalamannya yah.

Kontraksi palsu ada yang sudah sangat mirip kontraksi melahirkan.. Jadi tingkatannya ada KW3,KW2,KW1 sampe KW super :D

Kontraksi KW super itu biasanya terjadi di kehamilan di atas 36w dimana sudah mulai ada ritme-nya (biasanya 30 menitan sekali).

Nah, bedanya kontraksi asli sama palsu ini apa? Kalo yg asli, lama2 makin kuat dan makin rapat jaraknya.

Kontraksi palsu tidak akan merapat dan meningkat intensitasnya seperti kontraksi asli… ibu pun bisa relaksasi supaya kontraksi hilang.

Trus kontraksi palsu lama2 bisa hilang.. Kalo kontraksi asli hilangnya begitu dah lahir lengkap sampe beres nifas hehehe.

Saat si bayi gerak2 aktif di dalam rahim pun bisa memicu kontraksi palsu lho.. Apalagi kalo dia joget gangnam style :p

Kontraksi palsu juga bisa terpicu jika ibu dehidrasi, terlalu capek, stress, mengangkat beban, berhubungan intim dsb.

Tapi buat apa sih kontraksi palsu segala macem bikin susah aja min??? Kenapaaaa kenapaaaaaaaaa oh kenapaaaaaa -___-

Tau gakkkk kalo otot rahim itu adalah otot terbesar di tubuh wanita? Bayangin kalo dia gapernah pemanasan tau2 kontraksi buat lahiran.

Kontraksi buat lahiran itu pentiiiinnggg.. Kalo ga pake kontraksi lha gimana mo keluar itu si utunnnnn.

Jadi kontraksi palsu ini penting juga la yawwww…. Pemanasan gituloh… dan lama2 dia berhasil melunakkan mulut rahim.

Kenapa emang mulut rahim dilunak2in segala cynnnn? Yaaa kalo mulut rahimnya kaku, si utun harus bawa martil dong.

Kalo mulut rahim udah lunak, pembukaan bakalan lebih gampang dan lancaaaaarrrrrrr.

Proses persalinan tuh bukan cuma tubuh ibunya doang loh yang kerja.. Tapi si utun juga penuh perjuangan buat keluar.

Makanya justru kontraksi palsu yg ngelunakin mulut rahim ini justru bikin si utun lebih gampang turun, memicu pembukaan deh.

Etapi bukan berarti kalo ada kontraksi trus dianggep remeh trus gak waspada yaaaaa.

Kalo dalam 1 jam udah terjadi lebih dari 4x kontraksi dan kehamilannya belum 37 minggu, periksakan yaaaaaaa.

Apalagi kalo kontraksinya berasa asli, makin rapet dan makin kuat, hamil juga dibawah 37w… waspadalahhh waspadalahhh.

Trus gimana dong kalo kontraksi2 gini minnnn.. Eyke khan pingin jalan2 lagi banyak sale nihhhhhh.

Santai aja ibu ibuuuuu… paling enak tuh dipake relaksasi deh.. Coba tanya para client mimin.

Ada lho client mimin yg lagi kontraksi2 palsu sampe ke RS, trus sambil dipasang alat utk cek kontraksi, dia relaksasi… eee ngilang.

Cara lain buat bantu meringankan kontraksi palsu, coba rendeman air hangat (jangan panas yah), atau kompres hangat.

Bisa juga tiap ada kontraksi palsu, pejamkan mata, tarik napas dalam lewat hidung dan hembuskan pelan2 dari mulut.. Rilleksss.

Atauuu.. Minta suami elus2 skin to skin di daerah perut sambil mensugesti diri agar nyaman dan rileksss.. Dengerin musik lembut.

Nah.. Udah tau ya sekarang kalo kontraksi palsu yg rasanya kram2,tegang,mules dsb itu adalah wajar dan normal :)

Demikian sekilas info :D